Langsung ke konten utama

Dari Belanda ke Indonesia: Asal-usul Kata “Kontan” dan Bagaimana Masuk ke Malaysia

 

Asal Usul Kata Kontan dari Belanda ke Indonesia dan Malaysia

Kalau kamu pernah dengar orang bilang, “Bayarnya kontan, ya”, kamu sebenarnya sedang memakai jejak sejarah panjang—dari Eropa, ke Nusantara, lalu menyebar lintas negara serumpun. Kata kontan terlihat sederhana, tapi ia membawa cerita tentang kolonialisme, administrasi modern, perdagangan, dan cara bahasa menyerap istilah yang “praktis dipakai” dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini mengurai asal-usul kata “kontan”, kenapa ia berasal dari bahasa Belanda, bagaimana maknanya bertahan di Indonesia, dan mengapa ia juga tercatat dan dipakai di Malaysia.


1) Apa arti “kontan” dalam bahasa Indonesia dan Melayu?

Di Indonesia, KBBI mendefinisikan kontan sebagai:

  • tunai (tentang pembayaran), dan
  • (cakapan) pada ketika itu juga; langsung sekaligus.

Di Malaysia, PRPM DBP (Kamus Dewan) mencatat kontan dengan makna yang sangat dekat:

  • (bayaran) tidak bertangguh, tunai, dan
  • (bahasa percakapan) dengan serta-merta/segera (misalnya “jawab kontan”).

Jadi dari sisi makna, Indonesia dan Malaysia “nyambung”: kontan = cash / tunai / segera.

Makna Kontan: Tunai dan Seketika dalam Bahasa Indonesia dan Melayu



2) Dari mana asal kata “kontan”? Jejaknya: Belanda contant / kontant

Banyak kosakata Indonesia modern punya jalur kuat dari bahasa Belanda karena sejarah Hindia Belanda. Dalam daftar kata serapan Belanda, kata kontan sering dipasangkan dengan bentuk Belandanya, contant (juga dieja kontant dalam pemakaian Belanda tertentu).

Secara makna, bentuk Belanda itu mengacu pada pembayaran tunai / uang kontan (ready money / cash)—konsep yang sangat relevan dalam administrasi, perdagangan, kuitansi, dan transaksi.

Kenapa bentuknya jadi “kontan”, bukan “contant”?

Ini hal yang menarik: saat kata asing masuk, bahasa penerima biasanya melakukan adaptasi ejaan dan bunyi agar lebih mudah diucapkan. Dalam konteks Indonesia:

  • Huruf c (Belanda) sering “ditarik” menjadi bunyi/kesan k dalam ejaan Indonesia.
  • Akhiran dan gugus konsonan “dirapikan” mengikuti kebiasaan fonologi lokal.

Fenomena kata-kata Belanda yang masuk ke Indonesia jumlahnya sangat banyak; ada sumber yang menyebut perkiraan bisa mencapai ribuan hingga sekitar 10.000 kata (sebagai estimasi).

Kontan Berasal dari Kata Belanda Contant dalam Sejarah Bahasa



3) Kenapa banyak kata Belanda masuk ke bahasa Indonesia?

Sederhananya: karena Belanda menjalankan negara kolonial dengan:

  • birokrasi dan hukum tertulis,
  • pendidikan formal, dan
  • ekonomi modern (perbankan, pajak, perdagangan, kontrak, dll).

Di situ, istilah-istilah “kerja” (administratif dan teknis) biasanya dipinjam dari bahasa penguasa/otoritas. Itu sebabnya kosakata serapan Belanda di Indonesia banyak muncul di ranah:

  • kantor & administrasi,
  • hukum,
  • teknik,
  • transportasi,
  • keuangan.

Sebagai contoh (tanpa harus membahas semua), daftar loanwords Belanda di Indonesia sangat luas.


4) “Kontan” hidup di dua dunia: uang tunai & respons spontan 😄

Menariknya, kontan punya dua “nyawa” makna yang sama-sama kuat:

A) Makna utama: pembayaran tunai

  • “Saya bayar kontan.”
  • “Diskon untuk pembayaran kontan.”

Ini sejalan dengan definisi KBBI.

B) Makna percakapan: langsung/seketika

  • “Begitu dengar itu, dia kontan marah.”
  • “Dia kontan menjawab.”

Makna kedua ini juga diakui baik di Indonesia (KBBI: “pada ketika itu juga”) maupun di Malaysia (Kamus Dewan: “serta-merta”).

Kenapa bisa meluas?
Secara logika bahasa, sesuatu yang “dibayar tunai” itu tidak menunggu—langsung selesai. Dari ide “langsung beres”, kata ini gampang meluas ke tindakan/reaksi yang “langsung terjadi”.


5) Bagaimana kata “kontan” bisa masuk dan bertahan di Malaysia?

Ini bagian yang sering bikin penasaran: Belanda kan menjajah Indonesia, sementara Malaysia lebih banyak di bawah Inggris—kok “kontan” ada di Kamus Dewan?

Kata Kontan di Malaysia: Tunai dalam Kamus Dewan dan Pemakaian Sehari-hari


Jawabannya kemungkinan besar bukan satu jalur tunggal, melainkan gabungan beberapa jalur masuk yang saling menguatkan:

Jalur 1 — Kontak dalam rumpun Melayu & peredaran bahasa serumpun

Bahasa Indonesia dan Bahasa Melayu berada dalam rumpun Malayic dan saling memengaruhi lewat:

  • buku, majalah, media,
  • perdagangan lintas Selat Malaka,
  • migrasi dan jejaring komunitas.

Kalau sebuah kata sudah mapan di satu varian (misalnya Indonesia), ia bisa ikut “terbawa” dan dipakai di varian lain, apalagi jika kata itu berguna dan mudah dipahami.

Jalur 2 — Bukti pemakaian historis di materi pembelajaran Melayu

Ada dokumen lama berbahasa Inggris yang memuat padanan kosakata Melayu dan mencantumkan bentuk seperti:

  • “wang tunei, kontan, cash, in ready”

Ini menunjukkan bahwa “kontan” sudah dikenali sebagai kosakata Melayu (atau setidaknya digunakan sebagai padanan) dalam tradisi pembelajaran/rujukan leksikal tertentu.

Jalur 3 — Standardisasi kamus (DBP) mengukuhkan pemakaian

Ketika sebuah kata sudah dipakai masyarakat, kamus otoritatif akan:

  • mencatat bentuknya,
  • memberi label ragam (misalnya IB/pinjaman Indonesia atau ragam tertentu),
  • dan mendefinisikan secara resmi.

PRPM DBP mencatat “kontan” lengkap dengan variasi makna dan turunan seperti mengontan.

Intinya: di Malaysia, “kontan” bukan “kata asing yang tiba-tiba muncul”, tapi kata yang cukup dikenal dan dipakai sehingga layak dibakukan dalam rujukan kamus.

Kontan Juga Berarti Spontan: Reaksi Seketika dalam Percakapan



6) Fakta kecil yang bikin kamu makin peka bahasa 👀

  • “Tunai” dan “kontan” di Indonesia saling merujuk. KBBI mendefinisikan “tunai” dengan makna pembayaran yang tidak bertangguh dan menyebut “kontan” sebagai padanan.
  • Di Indonesia, ada juga bentuk cakapan “kes” yang berarti tunai/kontan.
  • Banyak kata serapan Belanda di Indonesia “terlihat” dari pola ejaan: misalnya awalan kon- / kan-, bentuk kantor, kontrak, kualitas, dan seterusnya (pola umum dalam daftar loanwords).

7) Kenapa pembahasan etimologi seperti ini berguna?

Karena ia membuat kamu:

  • lebih mudah mengingat kata,
  • lebih peka membedakan makna formal vs percakapan,
  • lebih paham kenapa Indonesia–Malaysia punya kosakata yang “mirip tapi jalurnya beda”,
  • dan (buat penulis/kreator) bisa jadi bahan konten yang ringan tapi berisi 😄

Ringkasan cepat

  • Kontan di Indonesia berarti tunai dan juga seketika.
  • Di Malaysia, Kamus Dewan juga mencatat kontan dengan makna tunai dan segera.
  • Asal-usulnya kuat terkait bahasa Belanda (contant/kontant) sebagai istilah pembayaran tunai.
  • Penyebaran ke Malaysia masuk akal lewat kontak serumpun + pemakaian historis + pembakuan kamus; ada bukti “kontan” muncul sebagai kosakata Melayu dalam materi rujukan lama.