Masalahnya: Sudah Belajar Lama, Tapi Cepat Lupa 😵💫
Banyak
orang di Indonesia belajar dengan cara yang “terasa produktif” tapi hasilnya
tidak nempel: membaca ulang catatan, menandai teks (highlight), atau menonton
video berjam-jam. Masalahnya, otak kita lebih cepat belajar saat dipaksa
“mengambil kembali” informasi (mengingat tanpa melihat) dan saat materi diulang
pada jeda waktu yang tepat, bukan ditumpuk dalam satu sesi panjang.
Dua teknik yang sangat efektif (dan cocok untuk pelajar,
mahasiswa, pekerja, bahkan persiapan CPNS/sertifikasi) adalah:
- Active
recall: latihan mengingat tanpa melihat catatan.
- Spaced
repetition: mengulang materi dengan jarak waktu yang makin panjang.
Kalau digabung, hasilnya biasanya jauh lebih kuat dibanding
“baca ulang” doang. 🎯
Solusi Step-by-step: Cara Pakai Active Recall + Spaced Repetition (yang Realistis)
Langkah 1 — Ubah “baca” jadi “uji diri” (Active Recall)
Tujuan utama active recall adalah membuat otak bekerja: ambil
informasi dari memori.
Cara paling mudah:
- Baca
1 subtopik singkat (misalnya 1 halaman / 5–10 menit).
- Tutup
sumbernya.
- Jawab
pertanyaan:
- “Apa
3 poin pentingnya?”
- “Apa
definisinya?”
- “Contohnya
apa di kehidupan nyata?”
- Cek
ulang, lalu koreksi yang salah.
Prinsip penting: kalau kamu harus mikir keras, itu
bagus. Itu tandanya kamu sedang membangun ingatan yang lebih kuat.
Langkah 2 — Buat pertanyaan yang “nendang” (bukan sekadar ringkasan)
Active recall paling efektif kalau kamu mengubah materi jadi
pertanyaan.
Template pertanyaan cepat:
- Definisi:
“Apa itu …?”
- Perbedaan:
“Bedanya … dan …?”
- Proses:
“Urutan langkah …?”
- Aplikasi:
“Kalau kasusnya X, solusinya apa?”
- Kesalahan:
“Kesalahan umum terkait …?”
Contoh praktis (materi apa pun):
- Kalau
kamu belajar “manajemen waktu”:
“Apa itu time blocking?” → “Kapan sebaiknya dipakai?” → “Kesalahan paling sering apa?”
Langkah 3 — Terapkan Spaced Repetition dengan jadwal simpel (tanpa ribet)
Spaced repetition itu intinya: ulang saat kamu hampir
lupa, bukan saat masih segar.
Kamu bisa pakai jadwal sederhana seperti ini (mudah
diingat):
- Hari
0 (hari belajar)
- Hari
1
- Hari
3
- Hari
7
- Hari
14
- Hari
30 (opsional untuk materi penting)
Tidak harus sempurna. Yang penting konsisten dan realistis.
Langkah 4 — Pilih “alat” yang cocok: kertas, flashcard, atau aplikasi
Kamu tidak wajib pakai aplikasi. Pilih yang paling mungkin
kamu jalankan.
Opsi A: Kertas (paling sederhana)
- Buat
daftar pertanyaan di satu sisi kertas.
- Jawab
tanpa melihat.
- Beri
tanda: ✅ paham / ⚠️ ragu / ❌
salah.
Opsi B: Flashcard fisik
- Depan:
pertanyaan
- Belakang:
jawaban singkat + contoh
Opsi C: Aplikasi flashcard
Kalau pakai aplikasi, prinsipnya tetap sama: ingat dulu → baru lihat
jawaban.
Langkah 5 — Gabungkan jadi rutinitas 15–25 menit/hari (contoh jadwal nyata)
Biar gampang, pakai pola “campuran”:
Setiap hari (15–25 menit):
- 5
menit: ulang kartu/hafalan lama (spaced repetition)
- 10–15
menit: belajar materi baru + buat 5–10 pertanyaan (active recall)
- 3–5
menit: review singkat yang salah
📌 Kunci: lebih baik 20
menit konsisten daripada 3 jam sekali seminggu.
Contoh Nyata: 3 Skenario “Kehidupan Indonesia” 🇮🇩
1) Mahasiswa: belajar untuk UTS/UAS
- Materi:
1 bab = pecah jadi 5 subtopik.
- Tiap
subtopik: buat 8–12 pertanyaan.
- Ulang
dengan jadwal Hari 1, 3, 7, 14.
Trik: catatan kamu boleh jelek, yang penting
pertanyaannya bagus.
2) Pekerja: belajar skill baru (Excel, desain, bahasa
Inggris)
- Fokus
pada “use case”.
- Buat
pertanyaan berbasis situasi kerja:
“Kalau data berantakan, rumus apa yang dipakai?”
“Kalau klien minta revisi, langkah prioritas apa?”
Spaced repetition: ulang pertanyaan yang sering salah
lebih sering.
3) Persiapan tes/sertifikasi
- Buat
bank pertanyaan per topik.
- Setelah
latihan, pisahkan kartu:
- Salah
(ulang besok)
- Ragu
(ulang 2–3 hari)
- Benar
(ulang 7–14 hari)
Kesalahan Umum yang Bikin Teknik Ini Gagal 🚫
- Masih
kebanyakan membaca ulang
- Solusi:
paksa 70% waktu untuk “uji diri”, bukan membaca.
- Pertanyaan
terlalu mudah / terlalu panjang
- Solusi:
buat jawaban singkat, 1 kartu = 1 konsep.
- Jadwal
pengulangan terlalu ambisius
- Solusi:
pakai jadwal simpel (1–3–7–14). Nggak perlu perfeksionis.
- Tidak
menandai kartu yang salah
- Solusi:
kartu salah harus kembali lebih cepat (besok / 2 hari).
- Belajar
cuma saat mood datang
- Solusi:
bikin “minimum target” 10 menit. Kalau sudah mulai, biasanya lanjut.
Ringkasan Singkat ✅
- Active
recall = belajar dengan mengingat tanpa melihat.
- Spaced
repetition = mengulang dengan jarak waktu yang tepat.
- Kombinasinya
membuat belajar lebih nempel, lebih cepat, dan lebih efisien.
- Mulai
dari versi paling sederhana: pertanyaan + uji diri + ulang terjadwal.
Checklist 1 — Setup 10 Menit (Mulai Hari Ini)
Checklist isi (untuk artikel):
- Pilih
1 topik yang sedang kamu pelajari minggu ini
- Pecah
jadi 3–5 subtopik kecil
- Buat
20 pertanyaan (jawaban singkat)
- Tentukan
jadwal ulang: Hari 1, 3, 7, 14
- Siapkan
15–25 menit per hari
Checklist 2 — Cara Membuat Pertanyaan yang Efektif
Checklist isi:
- 1
kartu hanya 1 konsep
- Jawaban
maksimal 1–2 kalimat
- Tambahkan
1 contoh (kalau perlu)
- Gunakan
kata tanya: apa, kenapa, bagaimana, kapan
- Buat
30% pertanyaan aplikasi kasus nyata
Checklist 3 — Jadwal Ulang Simpel 1–3–7–14
Checklist isi:
- Hari
0: belajar + buat pertanyaan
- Hari
1: ulang cepat 10 menit
- Hari
3: uji diri tanpa catatan
- Hari
7: campur topik (mix)
- Hari
14: fokus pada yang masih salah







