Rumah kecil
(kontrakan, kos, apartemen studio) itu bukan masalah “kurang rajin
beres-beres”. Masalahnya biasanya tidak ada sistem: barang tidak punya
“alamat”, zona bercampur, dan kamu harus mikir dari nol setiap kali naruh
sesuatu. Akhirnya rumah terasa penuh, padahal isinya belum tentu banyak.
Di Tumbuh
Saja, kita cari yang ringan, masuk akal, tanpa perfeksionisme: bikin
rumah lebih rapi lewat aturan sederhana, bukan drama bersih-bersih.
Blog
concept
Di artikel
ini, kamu dapat 5 aturan storage anti berantakan + langkah praktis +
checklist yang bisa kamu simpan.
Semua checklist bermanfaat yang kamu butuhkan bisa kamu temukan di bagian akhir artikel ini
Masalah
utama: rumah kecil cepat “penuh” karena 3 hal ini
- Barang tidak punya tempat tetap → akhirnya numpuk di meja,
kursi, sudut.
- Satu area dipakai untuk banyak
fungsi (misal
meja makan jadi meja kerja) tanpa aturan jelas.
- Kapasitas penyimpanan tidak
dibatasi →
lemari jadi “lubang hitam”: masuk terus, keluar jarang.
Kabar
baiknya: kamu tidak perlu beli banyak organizer dulu. Mulai dari aturan
dulu.
Solusi
langkah demi langkah: 5 aturan storage anti berantakan
Aturan 1
— Tentukan “zona” dan titik drop (yang resmi)
Intinya: rumah kecil butuh peta sederhana:
zona dapur, kerja, mandi, tidur, dan titik drop untuk barang harian.
Contoh nyata:
- Kamu pulang, taruh kunci &
dompet di mana saja → besok pagi panik cari.
Solusi: bikin 1 titik drop dekat pintu: mangkuk kecil/ tray + gantungan kunci.
Langkah cepat (15–30 menit):
- Pilih 5 zona utama (sesuaikan
rumahmu):
Masuk/pintu, dapur, kamar tidur, kamar mandi, area kerja/pojok kerja - Di tiap zona, tentukan 1
titik drop (tempat “parkir” barang yang sering mampir).
Aturan 2
— “Satu kategori = satu rumah” (dan rumahnya harus dekat)
Intinya: setiap kategori barang punya rumah
tetap (home base). Dan rumahnya harus dekat tempat kamu memakainya.
Contoh nyata:
- Obat & plester nyebar: di
dapur, di kamar, di tas.
Solusi: bikin 1 “Kotak P3K” utama + 1 mini pouch untuk tas (khusus on-the-go).
Cara bikin tanpa ribet:
- Tulis 10 kategori paling sering
bikin berantakan:
- Kabel
& charger
- Skincare
/ obat
- Dokumen
- Alat
masak kecil
- Bumbu
/ snack
- Peralatan
bersih-bersih kecil
- Sepatu
& sandal
- Tas
- ATK
- Laundry
(deterjen, pewangi, jepitan)
- Untuk tiap kategori: tentukan 1
wadah utama + lokasi “rumah”.
Aturan 3
— Batas volume: kalau wadahnya penuh, pilih (bukan tambah)
Intinya: rumah kecil aman kalau kamu pakai batas
fisik. Bukan “niat”.
Aturannya
simpel:
✅ Kategori boleh ada selama muat
di wadahnya.
❌ Kalau wadah penuh: pilih yang
paling kepakai → sisanya keluar (donasi/jual/pindah
gudang kalau ada).
Contoh nyata:
- “Koleksi totebag” numpuk di
lemari → akhirnya lemari susah ditutup.
Solusi: 1 keranjang totebag. Penuh = pilih.
Tips
praktis (biar nggak baper):
- Simpan yang paling sering
dipakai di bagian paling mudah dijangkau.
- Sisakan sedikit ruang kosong
supaya mudah ambil-taruh (nggak harus rapih banget, yang penting gampang).
Aturan 4
— Simpan vertikal + “lihat sekali”
Intinya: ruang kecil menang kalau kamu
memaksimalkan vertikal dan mengurangi “tumpukan”. Semua yang sering
dipakai harus bisa dilihat sekali, diambil sekali.
Yang biasanya works banget:
- Rak bertingkat di dapur untuk
bumbu/snack
- Gantungan di belakang pintu
(tas, topi, handuk)
- File
holder vertikal untuk dokumen
- Standing organizer untuk panci
tutup / talenan
Contoh nyata:
- Laci berantakan karena barang
ditumpuk → setiap cari satu, yang lain ikut berantakan.
Solusi: ubah jadi vertikal + sekat sederhana.
Aturan 5
— “Reset 10 menit” + review ringan mingguan
Intinya: sistem storage tidak butuh
bersih-bersih marathon. Yang kamu butuh: reset singkat biar barang balik
ke rumahnya.
Reset 10
menit (harian / 3x seminggu):
- Balikin barang ke rumahnya
(zona per zona)
- Buang sampah kecil (struk,
plastik, kardus kecil)
- Rapikan 1 titik drop (pintu /
meja)
Review mingguan (15 menit):
- Cek 1 kategori yang mulai
“melebar” (misal: kabel, laundry, snack)
- Kembalikan ke batas wadah
(Aturan 3)
Contoh nyata:
- Pas kerja lembur, meja jadi
“tempat parkir” semua hal.
Reset 10 menit = cukup balikin: alat kerja → zona kerja, gelas → dapur, skincare → kamar mandi.
Kesalahan
umum (yang bikin sistem gagal)
- Beli organizer dulu, sistem
belakangan →
akhirnya organizer jadi barang baru.
- Semua disembunyikan → kelihatan rapi, tapi kamu
lupa barangnya ada di mana.
- Satu kategori punya 3 tempat → otak capek, baliknya jadi
asal taruh.
- Zona tidak jelas (meja makan = gudang) → rumah
kecil langsung chaos.
- Tidak ada batas volume → lemari/laci jadi “tempat
buang”.
Ringkasan:
5 aturan anti berantakan (versi cepat)
- Zona
+ titik drop yang resmi
- Satu kategori = satu rumah (dekat tempat pakai)
- Batas
volume (penuh = pilih)
- Vertikal
+ lihat sekali
- Reset
10 menit + review mingguan
Checklist
praktis (copy–paste)
Checklist:
set up sistem storage rumah kecil (mulai hari ini)
- Tentukan
5 zona utama rumah
- Buat
1 titik drop dekat pintu
- Pilih 10 kategori barang paling
“liar”
- Tentukan rumah untuk tiap
kategori (1 tempat saja)
- Pilih 3 wadah sederhana
(box/keranjang) untuk kategori teratas
- Terapkan batas volume (kalau
penuh, pilih)
- Atur vertikal untuk 1 area
(dapur / dokumen / kabel)
- Jadwalkan reset 10 menit (3x
seminggu)
- Review
mingguan 15 menit (1 kategori)








