Masalahnya: “Sebulan butuh berapa, sih?” kok jawabannya selalu beda-beda 🤯
Biaya hidup
di Indonesia sangat bergantung pada kota, gaya hidup, jarak
aktivitas harian, dan pilihan transport. Jakarta biasanya lebih mahal dibanding
Surabaya (contoh perbandingan harga makan di dua kota ini terlihat jelas di
data harga publik).
Solusinya bukan mencari “angka sakti”, tapi bikin estimasi yang masuk
akal dengan langkah sederhana + rumus transparan (jadi kamu bisa
sesuaikan sendiri).
Langkah demi langkah: cara bikin estimasi bulanan yang realistis ✅
1) Tentukan “profil bulanan” kamu (2 menit)
Pilih 3 hal ini dulu:
- Kota & area: pusat kota vs pinggir vs
dekat kampus/kantor
- Pola makan: lebih sering warung/beli vs
masak vs delivery
- Pola mobilitas: rutin PP kerja/kampus atau
mostly dekat/remote
📌 Target kamu: dapat rentang
(range) yang realistis, bukan angka tunggal.
2) Estimasi biaya kos per bulan 🏠
Harga kos
itu lebar banget. Jadi pakai pendekatan: lihat kisaran yang benar-benar
muncul di listing, lalu turunkan jadi range.
- Contoh kos/coliving di
Jabodetabek yang muncul di listing: ada yang mulai sekitar Rp1,65
juta–Rp2,3 juta/bulan (contoh di area tertentu).
- Ada juga contoh kos dengan
fasilitas lebih “private” (mis. dapur pribadi) yang bisa jauh lebih
tinggi, misalnya Rp7,5 juta/bulan pada salah satu contoh
listing.
- Di Surabaya, ringkasan kisaran
listing menunjukkan termurah sekitar Rp1,1 juta dan rata-rata
sekitar Rp1,6 juta/bulan (berdasarkan data listing bulanan
terbaru yang mereka tampilkan).
Cara pakai (praktis):
- Kalau kamu mau aman,
tulis range kos kamu seperti:
Kos = “angka aman bawah” sampai “angka aman atas” (contoh: 1,6–2,5 juta / 2–3 juta / 3–5 juta), lalu validasi dengan 10 listing di area target.
3) Estimasi biaya makan per bulan 🍛
Kunci
makan: jangan mulai dari “sebulan berapa”, mulai dari harga per porsi × berapa
kali.
Sebagai acuan harga publik:
- Di Jakarta, “meal di tempat
makan murah” tercatat sekitar Rp40.000 dengan
rentang Rp20.000–Rp75.000.
- Di Surabaya, angka “meal di
tempat makan murah” lebih rendah, sekitar Rp25.000 pada
perbandingan kota.
Rumus
simpel (kamu tinggal ganti angkanya)
Makan
bulanan = (harga rata-rata 1 porsi) × (porsi beli per hari) × 30 + (belanja
bahan untuk masak per bulan)
Contoh
estimasi transparan (bukan klaim “rata-rata”)
Skenario
A: sering beli 2x sehari (Jakarta)
- Pakai patokan Rp40.000/porsi
→ 2 × 40.000 × 30 = Rp2.400.000/bulan untuk makan yang
dibeli
Kalau pakai rentang Rp20.000–Rp75.000: - 2
× 20.000 × 30 = Rp1.200.000 (hemat banget)
- 2
× 75.000 × 30 = Rp4.500.000 (lebih mahal)
Tips kecil tapi ngaruh:
- Kalau kamu “sering lapar kecil”
(kopi, boba, gorengan), buat pos khusus snack/minum biar
nggak bocor.
4) Estimasi biaya transport per bulan 🚆🚌🛵
Transport
paling gampang dihitung kalau kamu pecah jadi: transport rutin (PP
harian) + transport fleksibel (ojol/keperluan).
Patokan
tarif publik yang bisa kamu jadikan dasar
- TransJakarta sering disebut tarif
flat Rp3.500.
- KRL Commuterline Jabodetabek: Rp3.000 untuk 25 km
pertama + Rp1.000 tiap tambahan 10 km (info
resmi KAI Commuter).
- Ojol Jabodetabek (Zona II) diberitakan tarif
sekitar Rp2.600–Rp2.700 per km (di luar biaya
minimum/order minimum yang bisa berlaku).
Rumus
transport rutin (paling kepake)
Transport
rutin bulanan = (biaya per perjalanan) × 2 × (jumlah hari aktif)
Contoh 22 hari kerja:
- TransJakarta: 3.500
× 2 × 22 = Rp154.000/bulan
- KRL (jarak dekat, minimum): 3.000 × 2 × 22 = Rp132.000/bulan
Contoh “paket estimasi” bulanan (biar kebayang) 📌
Ini bukan
angka resmi rata-rata, tapi contoh cara menyusun estimasi dari patokan
harga publik + rumus.
Paket 1
— Hemat (Surabaya, sering warung + transport publik)
- Kos: sekitar 1,1–1,6 juta
(lihat ringkasan listing)
- Makan: pakai acuan porsi murah
Surabaya (mis. 25 ribu) dan jumlah porsi beli per hari kamu
- Transport: dominan transport
publik/sekali-sekali ojol
Paket 2
— Praktis (Jakarta, beli makan 1–2x sehari + TJ/KRL)
- Kos: ambil range dari listing
area target (contoh listing mulai 1,65–2,3 juta, bisa lebih tinggi
tergantung fasilitas)
- Makan: acuan 20–75 ribu/porsi
(sesuaikan pola kamu)
- Transport: hitung PP harian pakai
rumus TJ/KRL
Kesalahan umum yang bikin estimasi kamu meleset ❌
- Cuma hitung kos, lupa biaya
tambahan (listrik/air,
deposit, parkir, laundry).
- Meremehkan biaya makan kecil (kopi, snack, delivery
fee).
- Kebanyakan ojol “karena cepat” tanpa batasan mingguan
(biaya per km cepat numpuk).
- Pilih kos murah tapi jauh, akhirnya transport + waktu
jadi mahal (biaya “tak terlihat”).
- Nggak tracking 7–14 hari, padahal itu cara paling cepat
validasi.
Ringkasan: cara paling aman bikin estimasi bulanan ✅
- Ambil patokan harga
publik (porsi makan, tarif transport, contoh kisaran kos)
- Pakai rumus (bukan
tebak angka)
- Validasi
cepat dengan tracking 7–14 hari
Checklist cepat (teks) ✅
- Kota
& area target sudah jelas
- Range kos dari 10 listing
sudah dicatat
- Pola makan (beli/masak)
sudah dipilih
- Biaya per porsi × jumlah
porsi × 30 sudah dihitung
- Transport PP harian × 2 ×
hari aktif sudah dihitung
- Ada buffer kecil untuk
“snack/impuls”
- Tracking 7–14 hari
untuk koreksi




